Jumat, 14 Maret 2014

HAL HAL YANG HARUS DILAKUKAN GURU UNTUK MENJAMIN KEBERHASILAN PENDIDIKAN SISWA SISWINYA.



Sebelumnya, kita telah membicarakan apa yang sejarusnya jadi tugas tanggungjawab dan  apa yang harus dikerjakan orangtua dalam keterlibatannya dalam proses pendidikan anak anak mereka. Maka sekarang marilah kita bicarakan apa yang harus dilakukan oleh guru selaku pendidik siswa siswinya agar pendidikan yang dijalankan bisa mencapai tujuannnya, yaitu membuat anak didik berkembang dan bertumbuh kemampuan  dan ketrampilan hidupnya baik secara intelektuil, psikologis, mental spiritualnya, dan juga berkembang  kedewasaan karakternya.
Selain mengajar dan mendidik disekolah, guru diharapkan bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan orangtua siswa, sehingga perkembangan siswa dan hasil dari pendidikan bisa dipantau dalam tiap tahapannya. Kondisi ini sangat penting untuk dicermati karena tahap tahap perkembangan siswa ini perlu disadari baik oleh guru dan orangtua, agar bila terjadi perkembangan yang baik bisa didorong agar perkembanganya lebih cepat, dan bila sebaliknya ada perkembangan yang tidak diinginkan bisa segera dihentikan dan dicegah agar tidak berkembangn menjadi semakin komplek dan parah.
Kebrethasilan pengembangan dan pendidikan serta pengajaran peserta didik ini sangat penting bagi siswa itu sendiri demi masa depannya dan sangat penting bagi nama baik sekola di masa depan. Oleh karena itu kerja sama antara orangtua sebagai bagian dr masadepan siswa dan guru sebagai bagian dari masadepan sekolah tidak boleh dipandang ringan dan oleh karena itu guru bisa bersikap cuek. Kolaborasi orangtua guru dalam pendidikan haruslah dibangun dan dijaga dengan baik. Agar kolaborasi pendidikan dari kedua belah pihak ini bisa terwujud dengan baik hala hal seperti berikut haruslah jadi perhatian dan dilaksanakan oleh guru:
1.     Hormati dan sayangi siswa siswi anda dengan memeperlakukan mereka secara pribadi sebagai layaknya pribadi yang perlu dihargai. Penghormatan dan penghargaan guru terhadap setiap siswanya tidak akan memerosotkan harga diri guru, tapi sebaliknya akan menjadikan anda sebagi guru yang terhormat pula. Yakinlah penghormatan anda pada orang lain akan berbuah penghormatan yang sepadan juga. Pohon jeruk masih akan tetap berbuah jeruk kok bu/pak, jangan kawatir. Selain itu penghormatan dan penghargaan guru terhadap siswa siswinya juga akan berdampak pada perasaan siswa yang merasa diperhatikan dan dimanusiakan. Perasan ini akan berbuah pada kepercayaan diri siswa yang akan bertumbuh dengan baik, serta akan menambah kedekatan siswa dengan guru dengan kedekatan yang penuh hormat bukan kedekatan yang kurang ajar. Tentu saja selain itu semua siswa juga akan belajar dan menyerap nilai nilai penghormatan, penghargaan, serta kasih sayang yang nanti pada akhirnya akan mereka terapakan dalam kehidupan sehari hari mereka. Bukankah begitu tujuan pendidikan?
2.     Hormati juga orangtua siswa, dengan cara mendengarkan keluh kesah mereka, menjawab pertanyaan mereka, mencoba member solusi permaslahan yang merka hadapi terkait dengan pendidikan anaknya 9jangan mau diajak bicara masalah yng selain itu). Kemampuan bapak dan ibu guru menghormati dan menndengarkan orangtua siswa akan menjadi nilai plus bapak dan ibu guru sendiri di depan orangtua, sehingga bila bapak dan ibu guru berbicara dengan mereka tentang permasalahan siswa siswi bapak dan ibu, mereka juga akan mendengarkan dan menghormati bapak dan ibu. Kalau ini bisa terjadi tidak aka nada lagi kesalahpahaman antar orangtua dan guru yang berujung pada pelaporan guru ke kepala sekolah atau bahkan ke kepolisian. Selain itu kemampun guru menghoramati orangtua siswa juga akan jadi promosi yang baik bagi kebaikan sekolah di masa depan.
3.     Gunakan waktu belajar secar efektif dan efisien. Tugas guru adalah mendidik dan seklaigus mengajar, oleh karena itu gunakan sepenuhnya waktu yang dialkoksikan untuk itu, jangan kebanyak bolos, atau datang terlabat ke kelas. Ddisinyalir banyak guru yang tak pernah datang terlambat ke sekolah tapi selalu datng terlambat ke kelas dan akan lebih parah lagi kalau guru sering meninggalkan kelasnya. Saya sangt yakin ada jutaan laporan yang mengatakan si guru A ngajar datang terlambat bahkan jarang masuk, tau tahu kasih ulangan ke siswanya. Nah laporan laporan macam ini menunjukkan betapa guru masih belum menjalankan tugasnya menggunakan waktu belajar mengajar dengan efektif efisien. Kemalasan guru macam ini bisa samapai ke telinga orangtua dan  klau terjadi efeknya akan sanagt buruk bagi sekolah, karena bisa mengurangi tingkat kepercayaan public terhadap sekolah, dan terlebi padaa guru yang bersangkutan. Hal itu akan meicu tidak harmonisnya hubungan guru dengan orangtua siswa, dan mengganggu proses pendidikan itu sendiri.
4.     Syarat enaknya belajar bagi siswa itu ada dua. Siswa akan bejar dengan baik bila mereka merasakan aman dan nyaman. Aman sudah mengindikasikan tidak ada gangguan dan ancaman secar fisik dan nyaman sudah jelas menggambarkan bawa siswa tidak merasakan adanya gangguan dan ancaman secara psikis. Gruru yang baik harus bisa menciptakan kedua hal itu di dalam kelasnya dan diluar kelasnya sekaligus. Kalau dua syarat itu tidak ketemu, maka dijamin proses pendidikan akan sangat terganggu, dan jangan harap siswa siwi anda bisa benar benar belajar dan terdidik dengan baik.
5.     Setiap anak memiliki latar belakang, kebiasaan, sifat watak , kelakuan dan ketertarikan sendiri sendiri. Dengan begitu mereka tidak bisa diajar dan dididik dengan satu pendekatan dan satu metode yang sama untuk semua anak. Sebagi seorang guru anda dituntut untuk mampu memberi pendekatan yang sesuia untuk tiap tiap anak. Kalau anda bisa melakukan itu berarti anda sudah mebantu semua anak didik anda berkembang dan terdidik secar penuh sehingga mereka benar benar bisa mencapai puncak kemampuan mereka.
6.     Sebagai guru anda harus berpegang pada satu kata ajaib milik guru “bermakna”. Yah kata ajaib ini harus menjadi jimat semua guru. Guru harus melakukan segala sesuatu itu yang bermakna bagi siswa siswinya, yang kita didikan yang kita ajarkan harus bermakna dan penting bagi siswa. Begitu juga sat kita harus member konsekwensi atau hukuman, kita harus memeilih konsekwensi yang bermakna bagi siswa. Hindari hukuman yang memupuk rasa sakit hati, dendam dan mempermalukan siswa. Bahkan PR yang bapak ibu berikanpun harus mempeunyai makna, angan asla asalan kasih PR.
7.     Jalian hubungan yang baik dengan orangtua siswa. Intensifkan hubungan dengan mereka ( hal ini bisa dilakukan oleh wali kelas, ga perlu semua guru; guru yang lain cukuplah kasih masukan) untuk mempermudah pemantauan perkembangan belajar siswa.
8.     Libatkan orangtua siswa untuk memantau proses belajar siswa dirumah terutama pengerjaan tugas tugas sekolah. Peibatan orangtua dalam hal ini sangat penting karena dengan melibatkan orangtua, guru bisa memastikan siswanya mengerjakan tugas yang diberikan. Pun orangtua bisa berperan sebagi penyedia informasi bagi tugas siswa ataupun pendukung pengerjaan tugas tersebut secra financial apabila diperlukan.
9.     Tegakkan aturan sekolh dan aturan kelas dengan baik, konsisten dan adil untuk memastikan tegaknya disiplin dan semua orang senang.
10.   Berilah laporan hasil evaluasi secara jelas kepada siswa dan orangtuanya agar mereka memahami dan tahu sampai dimana perkembangan diri dan anak anak mereka agar bisa jadi bahan perenungan dan refleksi diri untuk perbaikan atau peningkatan di masa depannya.
11.   Berikan masukan masukan yang diperlukan oleh siswa dan orangtuanya secara bijak agar tidak menyinggung perasaan mereka dan tidak membeongkar aib sekolah secara tidak sengaja.