Rabu, 08 Mei 2013

3C untuk guru super


Di dalam dunia pendidikan, guru adalah ujung tombak yang sangat menentukan apakah sekolah akan mampu menjalankan misi sesuai dgn visinya dan meraih tujuan sekolah yang telah digariskan sebelumnya. Tanpa harus mengecilkan fungsi dan peran dari warga sekolah lain, memang peran dan fungsi guru sangatlah dominan di dunia pendidikan. Guru bukan saja yang menentukan mutu atau tidaknya sekolah, tapi guru jugalah yang menentukan berhasil atau tidaknya pemasaran sekolah, karena guru pulalah yang sebetulnya mengemban fungsi “public relation: sekolah hal ini terkait dengan fakta bahwa gurulah yang lebih sering menghadapi orangtua siswa.

Mengingat begitu besarnya peran dan fungsi guru dalam penyelenggaraan sekolah, ada baiknya sekolah sangat selektif untuk menetapkan dan menseleksi calon guru yang akan diajak bergabung dan bekerja di sekolah. Salah memilih team pengajar ini, sekolah bisa terombang ambing atau bahkan hancur berantakan tidak dipercaya masyarakat, sementara untuk memecat seluruh guru yang ada juga tidaklah mudah karena pemecatan terkait dgn undang undang ketenagakerjaan dan selain itu mencari guru pengganti yg bermutu dalam waktu yang singkat juga tidak mungkin. Selain itu pemecatan guru secara serempak semuanya” bedol desa” juga akan menundang Tanya di dalam masyarakat yang bisa juga berdampak pada ketidakpercayaan public terhadap sekolah. Ujungnya salah memilih guru bisa membuat sekolah ‘macet” kemajuan sekolah masih jauh dan tidak ada jaminan bisa terwujud, sementara sekolah dipenuhi orang orang yang tidak bermutu tapi sekolah tidak bisa lagi berbuat banyak.

Oelh karena itu sekolah harus berhati hati dalam memilih sekolah dan calon gurupun harus meyakinkan diri bahwa dia benr benar punya kwalifikasi yang cukup untuk pekerjaan itu. Untuk mudahnya agar sekolah mampu menseleksi guru yang tepat dan calon guru bisa mempersiapkan diri dengan baik, dalam tulisan saya ini saya akan sampaikan tiga (3) syarat minimum seorang guru. Yaitu:

– Competence

Tentu saja kompetensi administrative bahwa seorang guru haruslah seorang sarjana itu penting, namun seorang sarjana dengan latar pendidikan sesuai dengan mata pelajaran yang akan diampupun tidaklah cukup.  Kita harus ingat lagi guru adalah saka guru, pilar utama tegaknya sekolah oleh karena itu kwalifikasi lain selain kemampuan intelektualnya masih banyak yang harus dipenuhi seorang guru.  Guru adalah manager kelas oleh karena itu kemampuan managerial juga harus dimiliki, kemampuan komunikasi, kemampuan leadership, kemampuan membaut perencanaan, kemampuan negosiasi dan kemampuan kehumasan sangatlah penting untuk dimiliki seorang guru. Selain itu seorang guru haruslah memiliki karakter khusus seperti berwibawa, tegas, ramah dan bertanggungjawab, serta suka menolong dalam artian guru harsu siap memebantu tamu sekolah untuk mendapatkan apa yang mereka harapkan dengan dating ke sekolah. Guru yang cuek bebek terhadap tamu sekolah cepat atau lambat Cuma akan menghancurkan sekolah. Oleh karean itu kompetensi guru adalah satu hal yang wajib diperhatikan sekolah maupun guru itu sendiri. Kwajiban sekolah untuk selalu meng-up grade kemampuan guru gurunya dan memeperhatiakn dengan seksama karakter guru gurunya, benahi bila menemukan karakter  yang tidak tepat secepatnya jangan menunggu jadi borok sekolah yang berkepanjangan. Dari pihak guru, juga harus sadar diri bahwa dunia ini selalu berubah dan kompetensi baru selalu dibutuhkan di sekolah, dengan begitu guru harus terus menerus belajar agar selalu up to date dengan kondisi kekinian.

– Commitment

Yang tak kalah penting dari kompetensi guru, mereka juga harus punya komitment yang kuat dalam menjalni profesinya. Komitmen yang kuat sebagai landasan bekerja bukan saja akan memberi energy pada seorang guru dalam menjalankan tugasnya mengajar dan mendidik siswanya, tapi juga akan menjadi jaminan bahwa guru ini tidak akan melupakan tanggungjawabnya.  Lebih jauh lagi apabila seorang guru mempunyai komitmen yang kuat pada tugasnya, mereka juga punya komitmen yang kuat untuk memejukan sekolah, mereka tidak akan segan segaan turun angan mengerjakan semua hal yang diperlukan bahwkan lembur pulang sampai pagi demi kemajuan sekolah. Mereka sadar sekali kalau maju mundurnya sekolah tergantung pada kerja mereka. Dan besar kecilnya gaji yang akan diterima akan sangat bergantung maju mundurnya sekolah. Kesadaran ini akan membuat mereka bekerja total, tidak sedikit sedikit bertanya tentang nominal yang akan diterima kalau mengerjakan ini dan itu.

– Contribution
Yah kontribusi adalah C terakhir pada tulisan ini. Guru yang berkwalitas dengan kompetensi yang cukup dan memiliki komitmen yang kuat biasanya akan menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan sekolah. Merekalah kekuatan pendobrak kebuntuan dan pendorong kemajuan. Nah bapak ibu guru yang terhormat dimanapun anda berada di dunia ini. Kalau bapak dan ibu ingin tahu sudah layak atau belum anda sebagai guru sekolah lihatlah, telisiklah lagi apakah anda suddah punya kontribusi untuk kemajuan sekolah? Kalau belum..segeralah berbenah diri karenaa anda belum layak jadi guru. Atau mundurlah dan carilah kerjaan yang lain, kasihhan teman anda yang ingin maju dan terganjal sikap anda. Siapa tahu begitu anda mundur jadi guru sekolah itu bisa maju dan teman teman anda guru yang memiliki 3C itu bisa menikmati hasil jerihpayahnya dengan mendapatkan gaji yang besar karena sekolahnya maju..