Selasa, 26 April 2011

LANGKAH PENGEMBANGAN SEKOLAH SECARA UMUM


Menurut sebuah sumber yang susah penulis untuk melacak asalnya pada dasarnya selalu ada tiga pilar utama permasalahan yang harus selalu diperhatikan dan diselesaikan dalam  pengembangan sekolah pada umumnya. saya tulis pada umumnya memang saya saat ini tidak sedang berbicara tentang sekolah tertentu.  Ketiga pilar utama permasalahan yang perlu perhatian tersebut adalah sebagai berikut.

Managemen sekolah sebagai pilar pertama menyangkut tiga  aspekpenting yang harus diperhatikan; (1) system pendidikan, (2) system organisasi serta (3) sarana and prasarana sekolah. Pilar ini sangat penting bagi perkembangan sekolah karena keberadaan pilar ini menentukan efektifitas and efiseiensi penyelenggraraan sekolah, serta akuntabilitas yang pada akhirnya nanti akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Sumber daya manusia sebagi pilar kedua juga perlu diperhatikan pengembangannya. Sumberdaya manusia di sekolah itu terdiri dari kepala sekolah, guru, karyawan non kependidikan serta siswa. Seluruh SDM dimaksud sangat perlu mendapatkan perhatian dan pengembangan yang semetinya, karena pengembangan sumberdaya manusia di sekolah  akan menentukan seberepa besar and tingginya tingkat pengetahuan yg dimiliki anggota organisasi sekolah tersebut. Tingkat pengetahuan anggota sebuah organisasi sekolah juga pada akhirnya akan menentukan seberapa hebat and cakap ketrampilan yg dikuasai mereka Sementara pengetahuan and ketrampilan yg dikuasai tersebut akan berpengaruh pada paradigma mereka tentang pendidikan. Paradigm mereka sebagi angota civitas akademika sekolah akan berpengaruh terhadap tingkah laku and idealism mereka. dan kesemuanya akan bermuara pada bermutu tidaknya sebuah sekolah.

untuk masalah peningkatan sumberdaya manusia ini kami bisa membantu dan melayani baik keperluan sekolah sekolah tradisonal maupun sekolah yang mencoba menerapkan paradigma pendidikan abad 21. Oleh karena itu pelatihan yang kami tawarkan kami buatkan daftar campuran anatar keperluan sekolah tradisional dan modern, bagi yang perlu ya pilih sendiri jenis pengembangn mana yang diinginkan. Macam macam pelatihan dan pengembangan yang kami siapkan diantaranya adalah
sebagai berikut :
·         Pelatihan dibidang etika profesi
·         Pelatiahn dibidang motivasi.
·         Pelatihan manajemen.
·         Pelatihan pengembangan KTSP
·         Pelatihan pembuatan silabus and RPP
·         Pelatihan tehnik evaluasi and pengemebangan assessment siswa.
·         Pelatihan  kepemimpinan.
·         Pelatihan  penentuan KKM/ SKBM
·         Pelatihan analisa butir soal
·         Pelatihan pembuatan Program tahunan and program semester.
·         Pelatihan penelitian tindakan kelas.
·         Pelatihan pembauatan kisi kisis soal.
·         Pelatiahan penulsan ilamiah and popular.
·         Pelatihan pembuatan rencana pengembangan sekolah.
·         Pelatihan pengembangan TQM (total quality management ) and TCS (total customers’ satisfaction)
·         Pelatihan pembuatan presentasi dg Powerpoint
·         pelatihan bahasa inggris.
·         Pelatihan computer.
·         Pelatihan management kelas
·         Pelatihan management tingkah laku
·         Pelatihan pengemebnagn otak kiri and otak kanan.
·         Pelatihan Pengembangan kecerdasan ganda (multiple intelegences)
·         Pelatihan Contextual teaching learning (CTL)
·         Pelatiaan Quantum learning
·         Pelatihan pelaksanaan Student centered0Learning
·         Pelatihan integrated learning
·         Pelatihan mind mapping and spider web.
·         Pelatihan metodologi pengajaran.
·         Pelatihan ATL (approaches to learning)
·         Pelatihan  penggunaan Bloom’s taxonomy dalam pembelajaran.
·         Pelatihan tentang pengajaran and bagaiamana menjadi guru yang baik.
·         Pemantapan tujuan  pengembangan  sekolah.
·         Pelatiahn penangan kasus siswa.
·         Pelatiahan pengembangan leadership dalm pengajaran.
·         Pelatihan pengembangan entrepreneurship dalam pengajaran.
·         Pelatiahan pengajaran life skills.
·         Pelatihan tentang narkoba
·         Pelatiahan tentang bahaya sex bebas
·         Pelatiahan tentang Problem –based learning.
·         Pelatiahan metodologi pengajaran.
·         Pelatiahan ESQ
·         Pelatiahan school based management.
:

Pilar yang terakhir, adalah keterlibatan masyarakat. Pada dasarnya sekolah adalah milik masyarakatnya. Ibarat sekolah itu ikan maka masyarakat  adalah airnya, oleh karena itu sekolah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat sekitarnya sebagai stakeholders. Oleh karena itu sudah selayaknya sekolah memperhatikan dan menjaga hubungan baik dengan mereka ( orang tua, lingkungan sekitar, dan dunia usaha), karena melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan disekolah akan menuai keasadaran masyarakat akan arti sekolah dan institusi sekolahnya. Kesadaran itu akan berbuah dukungan positif pada keberadaan sekolah, dan akhirnya partisipasi aktif masyarakatpun , dalam jangka panjang, bisa juga kita menangkan.
Dengan begitu, jelaslah kiranya bila sekolah perlu meningkatkan dan menjaga ketiga pilar penopang sekolah diatas. Dalam hal peningkatan kwalitas ketiga pilar diatas bisa dilakukan melewati tiga jalur pengembangan and peningkatan. Jalur pertama adalah peningkatan kwaliatas and kelengakapan administrasinya jalur kedua adalah peningkatan pada mutu sumberdaya manusianya dan yang terakhir adalh peningkatan mutu and kelengkapan sarana and prasarana pendidikannya

TIPS Mewawancarai Calon Guru dalam Managemen Sumber Daya Manusia untuk sekolah


Tips ini dikumpulkan dari berbagai sumber, kami tuliskan kembali untuk memberi bekal pada sekolah sekolah, terutama sekolah swasta yang kebutuhan guru tidak dipasok dari pemerintah tapi langsung mencari di pasar kerja sendiri, agar mampu menseleksi calon gurunya dengan benar. Ketepatan dan kehandalan pemilihan guru akan sangt berpengaruh terhadap kemajuan sekolah. Guru adalah ujung tombak sebuah institusi pendidikan, kesalahan dalam menentukan penerimaan guru akan berarti memperlambat , menghambat atau bahkan menghancurkan kemajuan sekolah. Kemajuan sekolah yang terhambat akan sangat berarti bahwa sekolah telah menyediakan pendidikan yang buruk bagi murid murid nya.  Karena pentingnya peran guru dan sangat strategisnya posisi wawancara kerja untuk perekrutan guru maka saran penulis; Sebelum merekrut guru baca dan pikirkan tips berikut :

1.      Pewawancara jangan kebanyakan bicara buatlah calon guru yang diwawancara yang banyak bicara agar dipastikan pewawancara mendapatkan informasi yang banyak dan berguna seputar kemampuan dan pengetahuan calon guru sehingga kita bisa menentukan calon terbaik yang akan kita rekrut.
2.      Buatlah daftar pertanyaan yang terstruktur sehingga kita bisa mendapatkan informasi sejenis dari seluruh calon guru, dengan begitu mudahlah bagi kita untuk membuat penilaian dan keputusan akhir nantinya.
3.      Terkait dengan struktur pertanyaan, seharusnya kita juga menyiapkan struktur penilaian untuk seluruh calon guru agar scoring berjalan efisien sehingga nilai tertinggi otomatis adalh calon terbaik.
4.      Ingat selalu inkonsistesi pertanyaan yang diberikan pada para pelamar membuat jenis informasi yang dikumpulkan dari para pelamar berbeda beda dan membaut kita sulit menentukan siapa yang terbaik.
5.      Jangan mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya atau sedikit terhubung dengan pengalaman dan kinerja masalalu serta prediksi kinerja masa depan calon guru dalam dunia  pendidikan dan pengajaran.
6.      Pewawancara tidak boleh terpengaruh tingkah laku dan ucapan ucapan verbal pelamar agar pewanwancara tetap fokus pada pencarian informasi penting terkait dengan calon guru dan kemampuan ajar dan kemamuan didiknya.
7.      Catat seluruh respon dan jawaban calon guru atas pertanyaan yang diajukan agar informasi yang benar tersedia setiap saat dan tidak cepat dilupakan untuk membantu membaut keputusan akhir.
8.      Pewawancara harus mampu membuat kondisi nyaman bagi calon guru agar kita bisa mendapatkan informasi spontan atau informasi yang diluar struktur pertanyaan yang disiapkan, agar lebih jelas dan lebih tepat kita membaut keputusan akhir.
9.      Kurangi rasa sok pintar dan terlalu percaya dirinya pada diri pewawancara agar pewawancara tidak terjebak dan salah dengan evaluasi dan keputusan yang terburu buru.
10.   Jangan percaya dan jangan membuat strereotipe tertentu pada diri para pelamar karena stereotipe akan mendorong pewawancara melakukan bias personal dalam membaut evaluasi dan penilaian para calon guru. Bias penilaian ini tentu akan membuat keputusan penerimaan guru bisa jadi salah.
11.   Terkait pentingnya informasi yang akurat, maka jangan memberikan penilaian pada calon guru yang di wawancara dengan membuat tingkatan evaluasi yang sama pada semua pelamar  seperti bagus , rata rata/sedang, dan jelek / buruk . sistem peringkat ini dalam jumlah yang besar akan mengaburkan informasi yang sesungguhnya.
12.   Jangan memberikan evaluasi yang baik pada calon guru karena si calon  punya kesamaan kesamaan sifat, hobby, asal daerah, asal kampus dst. dengan pewawancara , hal ini bisa memicu kesalahan yang fatal karena anda bisa saja memeperkerjakan guru yang kurang bagus atupun kurang setia.
13.   Jangan membiarkan satu atau dua karakteristik baik atau karakteristik buruk dari calon guru untuk mempengaruhi evaluasi terhadap seluruh karakteristik yang ada. Jangan sampai sekian banyak karakter buruk calon guru menjadi tidak berarti hanya karena calon guru itu menunjukan sebuah karakter  baik dan juga sebaliknya.
14.   Terkait penilaian yang sudah terstruktur, hindari menjadikan kuwalitas pelamar yang diwawancara terlebih dahulu menjadi acuan penilaian bagi pelamar yang berikutnya. Buatlah standard penilaian yang baku.
15.   Jangan mengandalkan kesan pertama. Artinya jangan membuat evaluasi pada menit pertama pada pelamar hindarkan membaut penilaian bagus karena bajunya yang kebetulan rapi atau sebaliknya jangan membaut penilaian buruk karena baju yang dipakai calon guru basah kena hujan misalnya. Penilaian dengan mengandalkan kesan pertama rawan salah.
16.   Adakan micro teaching untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan dan ketrampilannya mengajar