Rabu, 06 April 2011

Perlunya managemen tingkah laku siwa (Behaviour management)




Seni memepengaruhi mencakup penanganan emosi secara efektif pada orang lain (Daniel Goleman)

Sudah berabad abad para guru dan para pendidik di seluruh dunia berusaha memperbaharui dan meningkatkan efektifitas metodologi dan pendekatan pengajarannya, namun begitu permasalahan pokok guru di dalm kelas tidak pernah berubah, “murid nakal”. Guru dibuat geleng kepala oleh makluk yang bernama murid nakal, dan murid nakalnya sangat bangga karena bisa bikin keki gurunya. Hubungan yang sangat aneh bukan?
Ya hubungan aneh ini sudah berumur ratusan tahun dan belum ada tanda tanda untuk berakhir. Guru mendambakan murid yang nurut, dan pinter, kalau si guru tidak mendapatkan maka guru telah mensiapkan hukuman untuk siswanya. . sebaliknya siswa mendambakan perhatian dan kesabaran dari gurunya, kalau tidak mendapatkan mereka bertindak “nakal”. Hal ini berputar putar tidak ada habisnya. Siswa tidak kunjung memahami kemauan guru untuk segera merubah tingkah lakunya, dan Guru tidak pula segera menyadari salah pendekatannya terhadap siswanya. Padahal ada orang bijak bilang kalau anda ingin merubah tingkah laku seorang siswa, pertama tama yang anda harus lakukan adalah mempersiapkan diri untuk merubah tingkah laku diri anda sendiri terlebih dahulu.
Nah para guru yang baik diseluruh tanah air. Di tulisan ini saya berharap bisa memberikan sedikit masukan tentang bagaimana mengelola tingkah laku siswa siswi kita di dalam kelas (behavior management).
1.      Tingkatan kondisi siswa di dalm kelas.
Coba kita ingat dan perhatikan seluruh kelas dan tentukan dengan hati hati pada tingkatan mana siswa siswi kita saat ini:
·         Tingkatan pertama, siswa yang konsentrasi memeperhatikan pelajaran dengan baik dan tidak mengganggu dan membahayakan teman temannya.
·         Tingkatan kedua, siswa yang tidak memeprhatikan pelajaran tapi juga tidak mengganggu teman temannya yang sedang belajar.
·         Tingkatan ketiga, siswa yang tidak memeperhatikan pelajaran dan juga mengganggu bahkan kadang membahayakan teman teman sekelasnya.
Siswa tingkat pertama adalah siswa siwa yang diimpikan semuaguru berada dikelas kelas yang mereka ajar. Siswa pada tingkatan kedua mungkin sekali dua kali bikin juga gondok guru dan mengganggu perasaan anda sebagi guru, namun anda masih boleh tidak menghiraukan mereka sesekali. Siswa golongan ketiga adalah siswa yang off task dan perlu penanganan segera, karena siswa golongan ketiga ini adalah siswa siswa yang berkelakuan buruk (misbehavior) . Namun begitu , agar tidak salah dan bikin capai guru, perlulah kita, saya dan anda, sebagi guru untuk memahami batasan siswa yang nakal dan berkelakuan buruk itu seperti apa. Karena kalau kita mau menangani semua siswa yang bertingkah laku aktif agar diam, maka kita tidak akan sempat mengajar karena waktu kita akan habis untuk meminta siswa diam dan memperhatikan.
2.      Definisi tingkah laku yang buruk (misbehavior)
Menurut Levin dan Nolan (1991) tingkah laku yang buruk bagi seorang siswa adalah tingkah laku yang:
·         Mengganggu aktifitas belajar mengajar.
·         Mengganggu hak dan kesempatan siswa lain untuk belajar
·         Secara fisik maupun psikologis tingkah lakunya tidak aman.
·         Merusak property sekolah.
Sebagai guru kalau anda menemukan salah satu dari kondisi diatas wajib hukumnya untuk segera bertindak untuk menyelamatkan siswa itu sendiri dan siswa lainnya. Untuk bertindak dan mencegah terjadinya tingkah laku menyimpang (misbehavior) di dalm kelas, seorang guru bisa melakukan dua kategori tindakan:
A.     Pencegahan penyimpangan perilaku melalui ketrampilan mengatur diri guru sendiri.

Seperti yang sudh disinggung diatas, seorang guru bila benar ingin merubah tingkah laku siswanya, hal yang pertama sekali harus dilakukan adalah merubah tingkah laku sendiri terlebih dahulu. Oleh karena itu sebelum masuk kelas ada beberapa hal yang anda harus persiapkan:
·         Jadikan diri anda tokoh kunci di dalam kelas.
Anda adalah poros dari semua hal di dalam kelas, karena anda adalah manager, yang berkuasa atas kelas anda sendiri. Namun begitu anda tidak boleh sembarangan berteriak, membentak, mengintimidasi siswa atau melakukan hal hal bodoh dan konyol lain seperti becanda berlebihan, terlebih lagi tindakn tindakan yang asocial. Karena anda, sebagi guru, adalh tokoh kuncidalm kelas maka tugas anda adalah memperkokoh kekuasaan anda melalui sikap, suara, mata, kial tubuh, dan gerakan anda. Bahkan kalau perlu anda tunjukan “versi yang lebih besar dari anda yang sesungguhnya”. Maksudnya cobalah untuk membuat diri anda itu lebih besar dan lebih berkuasa dari pada yang sesungguhnya. Hal ini sebetulnya pelajaran ringan saja dari alam. Ingat ikan buntal atau sejenis kodok yang menggelembungkan dirinya saat dalam bahaya? Atau lihatlah ayam jago yang mengembangkan bulu dilehernya saat menghadapi musuhnya? Semua itu adalah upaya binatang binatang itu untuk menampilkan “versi yang lebih besar dari kenyataan dirinya”. Sepertinya kita boleh juga tuh mencontoh.

·         Give me five game.
Untuk membuat tenang siswa. Guru bisa saja membuat kebiasaan tertentu yang dengan kebiasaan itu siswa bisa dikomando dan mengerti apa yang harus dilakukan. Untuk contoh saja, anda bisa menggunakan give me five game. Dalam hal ini anda harus membiasakan pada siswa bila anda berteriak ‘give me five” maka siswa harus mengerjakan lima hal.  Sebelumnya tentu saja anda harus menerangkan pada siswa lima hal yang harus dilakukan itu apa saja. Saran dari saya lima hal yang harus dilakukan siswa saat anda teriak ‘give me five adalah; 1. Semua mata tertuju pada anda, guru. 2. Semua murid tidak bersuara, 3. Semua murid dalam kondisi tenang, 4. Tangan siswa dalm kondisi kosong tidak memegang apapun dan berada diatas meja, rilex, 5. Semua siswa mendengarkan dengan baik. Cobalah dipraktekkan.

·         Tingkatkan ketrampilan mengajar.
Pembuatan silabus RPP dan segala macam jenis perencanaan memang baik dan perlu, tapi pengajaran adalh sangt berbeda dengan rencana, oleh karena itu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan menyampaiakn  pelajaran tak kalah pentingnya dari kemampuan membuat perencanaan. Cobalh tingkatkan ketrampilan dan kemampuan anda dalam hal: menarik perhatian siswa, cara menyampaiakn pesan lewat kial tubuh dan nada bicara, belajarlah bagaimana cara menjelakan isi materi pelajaran seefektif dan sejelas mungkin, belajarlah bagaimana mendorong siswa untuk bertanya, bagaiaman memebri evaluasi yang tepat dan bagaimana member penghargaan dan pujian yang tepat bagi siswa.

·         Perhatikan seluruh kelas sepanjang waktu.
Ketrampilan mengajar yang bagus mengandaikan perlunya memeperhatikan detail dari proses belajar mengajar tersebut. Oleh karena itu perhatian guru harus selalu tertuju pada seluruh kelas, walau sedang ada urusan dengan salah satu siswa atau sekelompok kecil siswa tetapi perhatian tetap harus pada seluruh kelas. Jadi jangan lagi ada alasan “maaf waktu itu saya sedang mengajari si A sehingga saya tidak tahu kalau…”

·         Jangan membentak siswa.
Jangan suka merusak suasana kelas anda sendiri. Coba ingat saat terakhir anda ngomel atau membentak siswa dikelas, apa yang terjadi? Suasana klas jadi rusak bukan? Artinya walau ada siswa senakal apapun dan mengganggu temannya yang sedang belajar, sedapat mungkin janagn terpancing emosi. Sekali anda teriak suasan kelas akan rusak, perhatian siswa teralihkan minat belajar hilang, hal ini bukan saja terjadi pada siswa yang dibentak tapi pada seluruh siswa yang ada didalm kelas. Bhakan suasana hati anda sendiri akan berubah dan anda mendadak canggung. So? Be careful, hati hati ya pak dan bu guru…jangan pameran krn bisa teriak.

·         Variasi mengajar
Variasi dalam metodologi dan pendekatan pengajaran itu perlu, krn kalau mengajarnya begitu begitu melulu siswanya bosan. Itulah sebabnya tukang sate ga mau makan sate. BOSAN. Asahlah kreatifitas.

·         membangun Citra diri,
Huruf C pada Citra saya pakai huruf capital itu sengaja, karena itu nama anakku. Namun memang tidak terkait dengan topic yang kita bahas. Maaf. Murid sangt pandai membuat ranking atas guru gurunya dari yang sangat ketat dan galak sampai yang sangt longgar dan cengengesan. Dari yang selalu memebri banyak pekerjaan sampai yang cuek dan santai. Nah tugas sampeyan sebagi guru adalah menentukan sendiri Citra seperti apa yang ingin sampeyan dapatkan dari siswa anda. Tentukan dengan benar  dan kejar serta kuatkan citra pilihan anda itu. Tapi usahakanlah memilih citra yang benar dan tepat karena salah memilih Citra diri (salah positioning) sampeyan memepertaruhkan kewibawaan dan harga diri sampeyan sebagi guru.
·         Membangun rutinitas positif.
Di pointer variasi mengajar, saya tekankan guru harus kreatif untuk selalu membuat variasi, namun disatu sisi yang lain, guru wajib juga membangun rutinitas rutinitas yang membantu kelancaran prose belajar mengajar. Dan sebagi guru harus memikirkan sendiri kebutuhan diri yang bisa dirutinkan ada di dalam kelas; missal sebelum Beljar berdoa terlebih dahulu, papan tulis sudah harus bersih sebelum guru masuk kelas,  PR sudah dikumpulkan rapi sebelum guru masuk kelas dst. Silahkan pikirin sendiri.

B.     Pencegahan terhadap tingkah laku siswa itu sendiri


Yang bagian B ini dibuat bersambung saja ya? Ini sdh malam badan capai… atau kalau mendesak ingin tahu  ga usah sungkan hubungi kami di  satyawiyatama@yahoo.co.id.