Rabu, 27 April 2011

PRINSIP PRINSIP DASAR PENDIDIKAN ABAD 21



Sengaja penulis pakai istilah “pendidikan” dalam judul diatas, karena kata pendidikan itu bermakna jauh lebih luas dari pada kata pengajaran. Pengajaran hanya bermakna membuat siswa bisa mengerti atau melakukan sesuatu seperti yang diajarkan, sementara di lain pihak pendidikan bukan saja membuat siswa mampu melakukan atau mengerti sesuatu saja, tapi juga mampu mengembangkan karakter dan pribadi siswa. Dan pendidikan karakter inilah nantinya yang akan menuntun kesuksesan hidup siswa bukan pengetahuan dan ketrampilannya. Atau setidaknya sampai saat ini dipercaya kalau kepandaian dan ketrampilan hanya membantu sukses tidak lebih dari 20%. Kesuksesan hidup 80% ditentukan oleh karakter dan kepribadian orangnya.

Kembali ke masalah pendidikan, agar guru tidak tersesat dalam mendidik anak anak dan juga tidak melakukan kesalahan fatal sehingga siswanya bukan saja tidak pintar secara intelektual tapi juga tidak berkembang kepribadian dan wataknyapun , guru harus memiliki prinsip prinsip pendidikan yang menjadi tuntunan dan jiwa dari seluruh aktifitas pendidikannya di ruang kelas sebagai berikut:

·      Terbuka, dalam pendidikan harus ada prinsip keterbukaan. Guru harus mampu menunjukan semua sumber belajar yang di butuhkan siswa, sekarang bukan lagi jamannya guru satu satunya sumber belajar. Ini juga berarti guru harus mau menerima masukan dari siswa. Guru tidak usah malu mendapatkan  pengetahuan atau sumber belajarnya dari siswa. Guru juga tidak perlu lagi merasa malu kalau ternyata tidak memahami sesuatu. Terus terang saja pada siswa bahwa anda sebagai guru belum tahu informasi tertentu dan berjanjilah untuk mencari bareng bersama siswa. Dengan begitu dalam kelas akan tercipta kebebasan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Murid bukan lagi objek tapi sudah menjadi subjek dalam belajar. CBSA (Cara belajar siswa aktif)  sudah otomatis berjalan dikelas yang cukup terbuka. 


·         Ruang kelas haruslah menjadi tempat berbagi informasi. Sudah saatnya kita meninggalakan praktek menjadikan ruang kelas tempat belajar mengajar.  ruang kelas yang ideal adallah ruang kelas dimana semua anggota kelas berbagi pengetahuan yang dimiliki, dengan begitu kita tidak akan menemukan ada anak bodoh dan ada anak pintar. Dengan berbagi informasi yang akan kita dapati adalh semua anak didik menjadi orang yang mengerti dan banyak memiliki informasi (well-informed).  selain berbagi informasi juga mengajarkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi pada siswa kita. 


·       Selain berbagi informasi, jadikan ruang kelas tempat menempa dan mengembangkan watak dan kepribadian serta sikap siswa. karena tiga komponen kejiwaan itulah bekal mereka merengkuh masa depan. sekali lagi 80% kesuksesan ditentukan olek watak, sikap dan kepribadian kita, ilmu pengetahun cuma menyumbang 20% kesuksesan. Guru harus mampu membuat strategi pengembangn diri siwa ini dalam kelasnya.

  
·         Kelas harus berbentuk sebuah lingkungan yang bebas resiko. Ruang kelas tradisional yang menyimpan resiko siswa bisa malu karena nampak bodoh, dan gagap karena tidak hafal pelajaran harus segera dihilangkan. Buatlah ruang kelas anda bebas resiko malu atau dipermalukan bagi anak didik. Anak didik tidak boleh ditekan dan dipaksa untuk menghafal sekian banyak informasi yang belum tentu berguna bagi kehidupan mereka dimasa datang. Perlu diingat tugas anak dalam kelas adalah “belajar” dan bukan mencari jawaban yang benar dari setiap pertanyaan gurunya Izinkan siswa mengeksplorasi sendiri pengetahuan dan ketrampilan yang ingin mereka kuasai. Tanyakan pada siswa pemahaman mereka bukan hafalan mereka, maka semua anak akan mempunyai jawaban atas semua pertanyaan dan tidak akan ada yang nampak bodoh dan terlecehkan karena tidak mampu menjawab pertanyaan guru. Dan itu artinya guru harus mampu...

·         Mendorong siswa menggunakan kemampuan pemikiran tingkat tinggi (high-order thinking skills). Seperti yang kita semua ketahui menurut taksonomi Bloom, menghafal dan mengerti adalah kemampuan berfikir tingkat rendah (low-order thinking), kalau semua guru hanya mengajarkan siswa sampai pada tataran hafal dan mengerti, itu artinya guru hanya mengajarkan pada siswanya kemampuan berfikir yang remeh temeh, Guru jaman sekarng haruslah mampu mengarahkan siswa berfikir dengan kemampuan berfikir kelas tinggi yang meliputi kemampuan asosiasi, analisa, mensintesa, mengevaluasi dan mencipta. Ini tuntutan jaman bung!!! Atau sampeyan akan hilang terlindas jaman. Untuk mencapai itu guru wajib...

·         Mempunyai harapan yang tinggi pada murid muridnya. Perlu diingat orang akan pintar kalau diperlakukan sebagai orang pintar oleh lingkungannya, orang akan bodoh kalau lingkungannya memperlakukan dia seperti memperlakukan orang bodoh. Anak akan cukup percaya diri kalau diberi kepercayaan oleh lingkungannya, anak akan cenderung jadi minder kalau tidak pernah diberi kepercayaan (Pygmalion effect). Jelas anak akan menjadi seperti apa yang diharapakan guru atau orangtuanya. Oleh karena itu guru harus menetapkan harapan yang tinggi bagi siswa siswinya. Cobalah berikan pertanyaan yang terbuka pada siswa, hindari pertanyaan tertutup, karena pertanyaan tertutup hanya mengajarkan cara berfikir tingkat rendah pada para siswa. harapkan tinggi dan anda akan mendapatkan yang tinggi.


·         Ciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.  Tugas guru bukan lagi menyediakan banyak informasi yang harus dihafal dan di mengerti siswa. Guru hanya bertugas menjadi fasilitator dan mengawasi jalannya pelajaran. Ciptakan suasana yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dalam pelajarannya, fasilitasi siswa untuk mencipta dan mendisain sendiri cara belajarnya baik saat belajar mandiri maupun belajar bekerja sama.

·         Ciptakan pembelajaran yang bermakna. Hanya proses pendidikan yang bermaknalah yang akan membekas dan memberi pengaruh pada kesuksan siswa dimasa depan. Pembelajarn dan kurikulum yang bermakna haruslah relevan dengan tingkat intelegensia, kebutuhan, kehidupan, latar belakang, pengalaman dan masadepan peserta didik. Selain itu kurikulum dan proses pendidikan harus menjamin tumbuh kembang fisik dan psikologis anak. Yang tidak kalah penting kurikulum dan proses belajar haruslah menarik.

·         Untuk membuat proses belajar menarik, guru harus menyiapkan aktivitas pembelajaran baik. Guru harus mampu meramu aktivitas pembelajaran yang memperlancar explorasi siswa dan mampu membantu pemahaman siswa atas sebuah objek belajar.

·         Perbedaan. Kata bhinneka tunggal Ika, sudah lama kita dengar. Kata katayang diambil dari kitab negarakertagama itu menegaskan bahwa secara alamiah kita akan melihat beragam perbedaan dalam masyarakat. Guru harus memahamkan siswa siswanya akan perbedaan perbedaan itu dan menyiapkan mereka untuk mampu menerima perbedaan melalui pengajaran dan penciptaan suasana keragaman itu dalam setting ruang kelas. Semua orang, semua siswa yang berbeda beda adalah spesial dan semua orang harus bisa diterima dalam sebuah lingkungan tanpa harus memandang perbedaan.

·         Strategi dan pendekatan pembelajarn harus bervariasi, kalau tidak siswanya akan merasa jenuh. Siswa gagal belajar artinya guru juga gagal mengajar.

Bila pembaca ada masukan atau pertanyaan atau komentar apa saja, silahkan hubungi kami lewat kolom komentar yg tersedia atau lewat e-mail kami, satyawiyatama@yahoo.co.id

ARAH PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK



Dibawah ini kami sajikan karakter karakter unggulan yang dibutuhkan anak didik dimasa masa mendatang. Karakter karakter ini kami kumpulkan dari beberapa sumber agar menjadi masukan bagi sidang pembaca yang mulia dalam mengembangkan konsep pendidkan bagi siswa siswi di sekolah masing masing.
Untuk itu kami berikan saran, arahkanlah siswa siswi kita ini untuk belajar memiliki karakter karakter berikut:

INQUIRERS ( selalu ingin tahu)
Mampu memupuk keingintahuan, senang meneliti dan mempelajari hal hal baru

CRITICAL THINKERS  (Pemikir kritis)
Mengasah kemampuan berfikir, menganalisa dan mengenali kondisi lingkungan untuk mendapatkan gambaran yg tepat atas sesuatu atau membuat keputusan yg beralasan

PROBLEM SOLVERS (Mampu memecahkan masalah)
Mampu menggunakan pengetahuan dan pikiran kristisnya untuk memecahkan masalahnya sendiri

EFFECTIVE COMMINICATORS ( mampu berkomunikasi secara efektif)

Mampu mengekspresikan ide ide dan informasi dengan percaya diri lewat berbagai media dan macam cara berkomunikasi

SELF-DIRECTED LEARNERS (Mandiri)
Mampu memacu semangat diri agar termotivasi untuk mencapai taraf hidup dan kepandaian yg lebih tinggi

COLLABORATIVE WORKERS (Mampu bekerja sama)
Mampu menggerakkan orang lain untuk bekerja bersama sama mencapai suatu tujuan

MORAL AND TOLERANT INDIVIDUALS (Berbudipekerti luhur)
Mampu menghargai dan menghormati perbedaan tanpa merasa lebih baik dan mampu menerima orang lain

CARING (Penuh perhatian dan membantu sesama)
Memiliki empati, rasa kasih sayang terhadap sesama, mau berbuat untuk kepentingan orang lain

OPEN MINDED (berpikiran terbuka dengan cakrawala yang luas)
Bersikap terbuka terhadap sudut pandang, nilai nilai dan tradisi orang lain.

RISK TAKERS (Berani ambil resiko)
 Berani dan mampu menunjukan pikiran yg matang dalam menghadapi situasi baru, ketidakpastian dan peran peran baru

OPPORTUNITY SEEKERS  (Mampu melihat peluang)
 Berani dan mampu mengexplorasi pikiran dengan kemampuan analisa dan asosiasi yang handal sehingga siswa mampu menangkap adanya peluang peluang yang bisa digarap untuk kejayaan masa depan.


PRINCIPLED (berprinsip)
Memiliki kejujuran, integritas diri sehingga mampu bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri

REFLECTIVE ( Mampu mengevaluasi diri)
Mampu memahami kelebihan dan kelemahan diri untuk mendukung pengembangan diri  


Sebagai catatan daftar dari karakter karakter diatas sekarang ini juga sudah tertempel di dinding sebuah sekolah yang sedang kami tangani pengembangannya, agar dipahami sivitas akademika yang bersangkutan dan mereka mengerti kemana harus melangkah.

Selasa, 26 April 2011

LANGKAH PENGEMBANGAN SEKOLAH SECARA UMUM


Menurut sebuah sumber yang susah penulis untuk melacak asalnya pada dasarnya selalu ada tiga pilar utama permasalahan yang harus selalu diperhatikan dan diselesaikan dalam  pengembangan sekolah pada umumnya. saya tulis pada umumnya memang saya saat ini tidak sedang berbicara tentang sekolah tertentu.  Ketiga pilar utama permasalahan yang perlu perhatian tersebut adalah sebagai berikut.

Managemen sekolah sebagai pilar pertama menyangkut tiga  aspekpenting yang harus diperhatikan; (1) system pendidikan, (2) system organisasi serta (3) sarana and prasarana sekolah. Pilar ini sangat penting bagi perkembangan sekolah karena keberadaan pilar ini menentukan efektifitas and efiseiensi penyelenggraraan sekolah, serta akuntabilitas yang pada akhirnya nanti akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Sumber daya manusia sebagi pilar kedua juga perlu diperhatikan pengembangannya. Sumberdaya manusia di sekolah itu terdiri dari kepala sekolah, guru, karyawan non kependidikan serta siswa. Seluruh SDM dimaksud sangat perlu mendapatkan perhatian dan pengembangan yang semetinya, karena pengembangan sumberdaya manusia di sekolah  akan menentukan seberepa besar and tingginya tingkat pengetahuan yg dimiliki anggota organisasi sekolah tersebut. Tingkat pengetahuan anggota sebuah organisasi sekolah juga pada akhirnya akan menentukan seberapa hebat and cakap ketrampilan yg dikuasai mereka Sementara pengetahuan and ketrampilan yg dikuasai tersebut akan berpengaruh pada paradigma mereka tentang pendidikan. Paradigm mereka sebagi angota civitas akademika sekolah akan berpengaruh terhadap tingkah laku and idealism mereka. dan kesemuanya akan bermuara pada bermutu tidaknya sebuah sekolah.

untuk masalah peningkatan sumberdaya manusia ini kami bisa membantu dan melayani baik keperluan sekolah sekolah tradisonal maupun sekolah yang mencoba menerapkan paradigma pendidikan abad 21. Oleh karena itu pelatihan yang kami tawarkan kami buatkan daftar campuran anatar keperluan sekolah tradisional dan modern, bagi yang perlu ya pilih sendiri jenis pengembangn mana yang diinginkan. Macam macam pelatihan dan pengembangan yang kami siapkan diantaranya adalah
sebagai berikut :
·         Pelatihan dibidang etika profesi
·         Pelatiahn dibidang motivasi.
·         Pelatihan manajemen.
·         Pelatihan pengembangan KTSP
·         Pelatihan pembuatan silabus and RPP
·         Pelatihan tehnik evaluasi and pengemebangan assessment siswa.
·         Pelatihan  kepemimpinan.
·         Pelatihan  penentuan KKM/ SKBM
·         Pelatihan analisa butir soal
·         Pelatihan pembuatan Program tahunan and program semester.
·         Pelatihan penelitian tindakan kelas.
·         Pelatihan pembauatan kisi kisis soal.
·         Pelatiahan penulsan ilamiah and popular.
·         Pelatihan pembuatan rencana pengembangan sekolah.
·         Pelatihan pengembangan TQM (total quality management ) and TCS (total customers’ satisfaction)
·         Pelatihan pembuatan presentasi dg Powerpoint
·         pelatihan bahasa inggris.
·         Pelatihan computer.
·         Pelatihan management kelas
·         Pelatihan management tingkah laku
·         Pelatihan pengemebnagn otak kiri and otak kanan.
·         Pelatihan Pengembangan kecerdasan ganda (multiple intelegences)
·         Pelatihan Contextual teaching learning (CTL)
·         Pelatiaan Quantum learning
·         Pelatihan pelaksanaan Student centered0Learning
·         Pelatihan integrated learning
·         Pelatihan mind mapping and spider web.
·         Pelatihan metodologi pengajaran.
·         Pelatihan ATL (approaches to learning)
·         Pelatihan  penggunaan Bloom’s taxonomy dalam pembelajaran.
·         Pelatihan tentang pengajaran and bagaiamana menjadi guru yang baik.
·         Pemantapan tujuan  pengembangan  sekolah.
·         Pelatiahn penangan kasus siswa.
·         Pelatiahan pengembangan leadership dalm pengajaran.
·         Pelatihan pengembangan entrepreneurship dalam pengajaran.
·         Pelatiahan pengajaran life skills.
·         Pelatihan tentang narkoba
·         Pelatiahan tentang bahaya sex bebas
·         Pelatiahan tentang Problem –based learning.
·         Pelatiahan metodologi pengajaran.
·         Pelatiahan ESQ
·         Pelatiahan school based management.
:

Pilar yang terakhir, adalah keterlibatan masyarakat. Pada dasarnya sekolah adalah milik masyarakatnya. Ibarat sekolah itu ikan maka masyarakat  adalah airnya, oleh karena itu sekolah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat sekitarnya sebagai stakeholders. Oleh karena itu sudah selayaknya sekolah memperhatikan dan menjaga hubungan baik dengan mereka ( orang tua, lingkungan sekitar, dan dunia usaha), karena melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan disekolah akan menuai keasadaran masyarakat akan arti sekolah dan institusi sekolahnya. Kesadaran itu akan berbuah dukungan positif pada keberadaan sekolah, dan akhirnya partisipasi aktif masyarakatpun , dalam jangka panjang, bisa juga kita menangkan.
Dengan begitu, jelaslah kiranya bila sekolah perlu meningkatkan dan menjaga ketiga pilar penopang sekolah diatas. Dalam hal peningkatan kwalitas ketiga pilar diatas bisa dilakukan melewati tiga jalur pengembangan and peningkatan. Jalur pertama adalah peningkatan kwaliatas and kelengakapan administrasinya jalur kedua adalah peningkatan pada mutu sumberdaya manusianya dan yang terakhir adalh peningkatan mutu and kelengkapan sarana and prasarana pendidikannya

TIPS Mewawancarai Calon Guru dalam Managemen Sumber Daya Manusia untuk sekolah


Tips ini dikumpulkan dari berbagai sumber, kami tuliskan kembali untuk memberi bekal pada sekolah sekolah, terutama sekolah swasta yang kebutuhan guru tidak dipasok dari pemerintah tapi langsung mencari di pasar kerja sendiri, agar mampu menseleksi calon gurunya dengan benar. Ketepatan dan kehandalan pemilihan guru akan sangt berpengaruh terhadap kemajuan sekolah. Guru adalah ujung tombak sebuah institusi pendidikan, kesalahan dalam menentukan penerimaan guru akan berarti memperlambat , menghambat atau bahkan menghancurkan kemajuan sekolah. Kemajuan sekolah yang terhambat akan sangat berarti bahwa sekolah telah menyediakan pendidikan yang buruk bagi murid murid nya.  Karena pentingnya peran guru dan sangat strategisnya posisi wawancara kerja untuk perekrutan guru maka saran penulis; Sebelum merekrut guru baca dan pikirkan tips berikut :

1.      Pewawancara jangan kebanyakan bicara buatlah calon guru yang diwawancara yang banyak bicara agar dipastikan pewawancara mendapatkan informasi yang banyak dan berguna seputar kemampuan dan pengetahuan calon guru sehingga kita bisa menentukan calon terbaik yang akan kita rekrut.
2.      Buatlah daftar pertanyaan yang terstruktur sehingga kita bisa mendapatkan informasi sejenis dari seluruh calon guru, dengan begitu mudahlah bagi kita untuk membuat penilaian dan keputusan akhir nantinya.
3.      Terkait dengan struktur pertanyaan, seharusnya kita juga menyiapkan struktur penilaian untuk seluruh calon guru agar scoring berjalan efisien sehingga nilai tertinggi otomatis adalh calon terbaik.
4.      Ingat selalu inkonsistesi pertanyaan yang diberikan pada para pelamar membuat jenis informasi yang dikumpulkan dari para pelamar berbeda beda dan membaut kita sulit menentukan siapa yang terbaik.
5.      Jangan mengajukan pertanyaan yang tidak ada hubungannya atau sedikit terhubung dengan pengalaman dan kinerja masalalu serta prediksi kinerja masa depan calon guru dalam dunia  pendidikan dan pengajaran.
6.      Pewawancara tidak boleh terpengaruh tingkah laku dan ucapan ucapan verbal pelamar agar pewanwancara tetap fokus pada pencarian informasi penting terkait dengan calon guru dan kemampuan ajar dan kemamuan didiknya.
7.      Catat seluruh respon dan jawaban calon guru atas pertanyaan yang diajukan agar informasi yang benar tersedia setiap saat dan tidak cepat dilupakan untuk membantu membaut keputusan akhir.
8.      Pewawancara harus mampu membuat kondisi nyaman bagi calon guru agar kita bisa mendapatkan informasi spontan atau informasi yang diluar struktur pertanyaan yang disiapkan, agar lebih jelas dan lebih tepat kita membaut keputusan akhir.
9.      Kurangi rasa sok pintar dan terlalu percaya dirinya pada diri pewawancara agar pewawancara tidak terjebak dan salah dengan evaluasi dan keputusan yang terburu buru.
10.   Jangan percaya dan jangan membuat strereotipe tertentu pada diri para pelamar karena stereotipe akan mendorong pewawancara melakukan bias personal dalam membaut evaluasi dan penilaian para calon guru. Bias penilaian ini tentu akan membuat keputusan penerimaan guru bisa jadi salah.
11.   Terkait pentingnya informasi yang akurat, maka jangan memberikan penilaian pada calon guru yang di wawancara dengan membuat tingkatan evaluasi yang sama pada semua pelamar  seperti bagus , rata rata/sedang, dan jelek / buruk . sistem peringkat ini dalam jumlah yang besar akan mengaburkan informasi yang sesungguhnya.
12.   Jangan memberikan evaluasi yang baik pada calon guru karena si calon  punya kesamaan kesamaan sifat, hobby, asal daerah, asal kampus dst. dengan pewawancara , hal ini bisa memicu kesalahan yang fatal karena anda bisa saja memeperkerjakan guru yang kurang bagus atupun kurang setia.
13.   Jangan membiarkan satu atau dua karakteristik baik atau karakteristik buruk dari calon guru untuk mempengaruhi evaluasi terhadap seluruh karakteristik yang ada. Jangan sampai sekian banyak karakter buruk calon guru menjadi tidak berarti hanya karena calon guru itu menunjukan sebuah karakter  baik dan juga sebaliknya.
14.   Terkait penilaian yang sudah terstruktur, hindari menjadikan kuwalitas pelamar yang diwawancara terlebih dahulu menjadi acuan penilaian bagi pelamar yang berikutnya. Buatlah standard penilaian yang baku.
15.   Jangan mengandalkan kesan pertama. Artinya jangan membuat evaluasi pada menit pertama pada pelamar hindarkan membaut penilaian bagus karena bajunya yang kebetulan rapi atau sebaliknya jangan membaut penilaian buruk karena baju yang dipakai calon guru basah kena hujan misalnya. Penilaian dengan mengandalkan kesan pertama rawan salah.
16.   Adakan micro teaching untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan dan ketrampilannya mengajar

Rabu, 06 April 2011

Perlunya managemen tingkah laku siwa (Behaviour management)




Seni memepengaruhi mencakup penanganan emosi secara efektif pada orang lain (Daniel Goleman)

Sudah berabad abad para guru dan para pendidik di seluruh dunia berusaha memperbaharui dan meningkatkan efektifitas metodologi dan pendekatan pengajarannya, namun begitu permasalahan pokok guru di dalm kelas tidak pernah berubah, “murid nakal”. Guru dibuat geleng kepala oleh makluk yang bernama murid nakal, dan murid nakalnya sangat bangga karena bisa bikin keki gurunya. Hubungan yang sangat aneh bukan?
Ya hubungan aneh ini sudah berumur ratusan tahun dan belum ada tanda tanda untuk berakhir. Guru mendambakan murid yang nurut, dan pinter, kalau si guru tidak mendapatkan maka guru telah mensiapkan hukuman untuk siswanya. . sebaliknya siswa mendambakan perhatian dan kesabaran dari gurunya, kalau tidak mendapatkan mereka bertindak “nakal”. Hal ini berputar putar tidak ada habisnya. Siswa tidak kunjung memahami kemauan guru untuk segera merubah tingkah lakunya, dan Guru tidak pula segera menyadari salah pendekatannya terhadap siswanya. Padahal ada orang bijak bilang kalau anda ingin merubah tingkah laku seorang siswa, pertama tama yang anda harus lakukan adalah mempersiapkan diri untuk merubah tingkah laku diri anda sendiri terlebih dahulu.
Nah para guru yang baik diseluruh tanah air. Di tulisan ini saya berharap bisa memberikan sedikit masukan tentang bagaimana mengelola tingkah laku siswa siswi kita di dalam kelas (behavior management).
1.      Tingkatan kondisi siswa di dalm kelas.
Coba kita ingat dan perhatikan seluruh kelas dan tentukan dengan hati hati pada tingkatan mana siswa siswi kita saat ini:
·         Tingkatan pertama, siswa yang konsentrasi memeperhatikan pelajaran dengan baik dan tidak mengganggu dan membahayakan teman temannya.
·         Tingkatan kedua, siswa yang tidak memeprhatikan pelajaran tapi juga tidak mengganggu teman temannya yang sedang belajar.
·         Tingkatan ketiga, siswa yang tidak memeperhatikan pelajaran dan juga mengganggu bahkan kadang membahayakan teman teman sekelasnya.
Siswa tingkat pertama adalah siswa siwa yang diimpikan semuaguru berada dikelas kelas yang mereka ajar. Siswa pada tingkatan kedua mungkin sekali dua kali bikin juga gondok guru dan mengganggu perasaan anda sebagi guru, namun anda masih boleh tidak menghiraukan mereka sesekali. Siswa golongan ketiga adalah siswa yang off task dan perlu penanganan segera, karena siswa golongan ketiga ini adalah siswa siswa yang berkelakuan buruk (misbehavior) . Namun begitu , agar tidak salah dan bikin capai guru, perlulah kita, saya dan anda, sebagi guru untuk memahami batasan siswa yang nakal dan berkelakuan buruk itu seperti apa. Karena kalau kita mau menangani semua siswa yang bertingkah laku aktif agar diam, maka kita tidak akan sempat mengajar karena waktu kita akan habis untuk meminta siswa diam dan memperhatikan.
2.      Definisi tingkah laku yang buruk (misbehavior)
Menurut Levin dan Nolan (1991) tingkah laku yang buruk bagi seorang siswa adalah tingkah laku yang:
·         Mengganggu aktifitas belajar mengajar.
·         Mengganggu hak dan kesempatan siswa lain untuk belajar
·         Secara fisik maupun psikologis tingkah lakunya tidak aman.
·         Merusak property sekolah.
Sebagai guru kalau anda menemukan salah satu dari kondisi diatas wajib hukumnya untuk segera bertindak untuk menyelamatkan siswa itu sendiri dan siswa lainnya. Untuk bertindak dan mencegah terjadinya tingkah laku menyimpang (misbehavior) di dalm kelas, seorang guru bisa melakukan dua kategori tindakan:
A.     Pencegahan penyimpangan perilaku melalui ketrampilan mengatur diri guru sendiri.

Seperti yang sudh disinggung diatas, seorang guru bila benar ingin merubah tingkah laku siswanya, hal yang pertama sekali harus dilakukan adalah merubah tingkah laku sendiri terlebih dahulu. Oleh karena itu sebelum masuk kelas ada beberapa hal yang anda harus persiapkan:
·         Jadikan diri anda tokoh kunci di dalam kelas.
Anda adalah poros dari semua hal di dalam kelas, karena anda adalah manager, yang berkuasa atas kelas anda sendiri. Namun begitu anda tidak boleh sembarangan berteriak, membentak, mengintimidasi siswa atau melakukan hal hal bodoh dan konyol lain seperti becanda berlebihan, terlebih lagi tindakn tindakan yang asocial. Karena anda, sebagi guru, adalh tokoh kuncidalm kelas maka tugas anda adalah memperkokoh kekuasaan anda melalui sikap, suara, mata, kial tubuh, dan gerakan anda. Bahkan kalau perlu anda tunjukan “versi yang lebih besar dari anda yang sesungguhnya”. Maksudnya cobalah untuk membuat diri anda itu lebih besar dan lebih berkuasa dari pada yang sesungguhnya. Hal ini sebetulnya pelajaran ringan saja dari alam. Ingat ikan buntal atau sejenis kodok yang menggelembungkan dirinya saat dalam bahaya? Atau lihatlah ayam jago yang mengembangkan bulu dilehernya saat menghadapi musuhnya? Semua itu adalah upaya binatang binatang itu untuk menampilkan “versi yang lebih besar dari kenyataan dirinya”. Sepertinya kita boleh juga tuh mencontoh.

·         Give me five game.
Untuk membuat tenang siswa. Guru bisa saja membuat kebiasaan tertentu yang dengan kebiasaan itu siswa bisa dikomando dan mengerti apa yang harus dilakukan. Untuk contoh saja, anda bisa menggunakan give me five game. Dalam hal ini anda harus membiasakan pada siswa bila anda berteriak ‘give me five” maka siswa harus mengerjakan lima hal.  Sebelumnya tentu saja anda harus menerangkan pada siswa lima hal yang harus dilakukan itu apa saja. Saran dari saya lima hal yang harus dilakukan siswa saat anda teriak ‘give me five adalah; 1. Semua mata tertuju pada anda, guru. 2. Semua murid tidak bersuara, 3. Semua murid dalam kondisi tenang, 4. Tangan siswa dalm kondisi kosong tidak memegang apapun dan berada diatas meja, rilex, 5. Semua siswa mendengarkan dengan baik. Cobalah dipraktekkan.

·         Tingkatkan ketrampilan mengajar.
Pembuatan silabus RPP dan segala macam jenis perencanaan memang baik dan perlu, tapi pengajaran adalh sangt berbeda dengan rencana, oleh karena itu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan menyampaiakn  pelajaran tak kalah pentingnya dari kemampuan membuat perencanaan. Cobalh tingkatkan ketrampilan dan kemampuan anda dalam hal: menarik perhatian siswa, cara menyampaiakn pesan lewat kial tubuh dan nada bicara, belajarlah bagaimana cara menjelakan isi materi pelajaran seefektif dan sejelas mungkin, belajarlah bagaimana mendorong siswa untuk bertanya, bagaiaman memebri evaluasi yang tepat dan bagaimana member penghargaan dan pujian yang tepat bagi siswa.

·         Perhatikan seluruh kelas sepanjang waktu.
Ketrampilan mengajar yang bagus mengandaikan perlunya memeperhatikan detail dari proses belajar mengajar tersebut. Oleh karena itu perhatian guru harus selalu tertuju pada seluruh kelas, walau sedang ada urusan dengan salah satu siswa atau sekelompok kecil siswa tetapi perhatian tetap harus pada seluruh kelas. Jadi jangan lagi ada alasan “maaf waktu itu saya sedang mengajari si A sehingga saya tidak tahu kalau…”

·         Jangan membentak siswa.
Jangan suka merusak suasana kelas anda sendiri. Coba ingat saat terakhir anda ngomel atau membentak siswa dikelas, apa yang terjadi? Suasana klas jadi rusak bukan? Artinya walau ada siswa senakal apapun dan mengganggu temannya yang sedang belajar, sedapat mungkin janagn terpancing emosi. Sekali anda teriak suasan kelas akan rusak, perhatian siswa teralihkan minat belajar hilang, hal ini bukan saja terjadi pada siswa yang dibentak tapi pada seluruh siswa yang ada didalm kelas. Bhakan suasana hati anda sendiri akan berubah dan anda mendadak canggung. So? Be careful, hati hati ya pak dan bu guru…jangan pameran krn bisa teriak.

·         Variasi mengajar
Variasi dalam metodologi dan pendekatan pengajaran itu perlu, krn kalau mengajarnya begitu begitu melulu siswanya bosan. Itulah sebabnya tukang sate ga mau makan sate. BOSAN. Asahlah kreatifitas.

·         membangun Citra diri,
Huruf C pada Citra saya pakai huruf capital itu sengaja, karena itu nama anakku. Namun memang tidak terkait dengan topic yang kita bahas. Maaf. Murid sangt pandai membuat ranking atas guru gurunya dari yang sangat ketat dan galak sampai yang sangt longgar dan cengengesan. Dari yang selalu memebri banyak pekerjaan sampai yang cuek dan santai. Nah tugas sampeyan sebagi guru adalah menentukan sendiri Citra seperti apa yang ingin sampeyan dapatkan dari siswa anda. Tentukan dengan benar  dan kejar serta kuatkan citra pilihan anda itu. Tapi usahakanlah memilih citra yang benar dan tepat karena salah memilih Citra diri (salah positioning) sampeyan memepertaruhkan kewibawaan dan harga diri sampeyan sebagi guru.
·         Membangun rutinitas positif.
Di pointer variasi mengajar, saya tekankan guru harus kreatif untuk selalu membuat variasi, namun disatu sisi yang lain, guru wajib juga membangun rutinitas rutinitas yang membantu kelancaran prose belajar mengajar. Dan sebagi guru harus memikirkan sendiri kebutuhan diri yang bisa dirutinkan ada di dalam kelas; missal sebelum Beljar berdoa terlebih dahulu, papan tulis sudah harus bersih sebelum guru masuk kelas,  PR sudah dikumpulkan rapi sebelum guru masuk kelas dst. Silahkan pikirin sendiri.

B.     Pencegahan terhadap tingkah laku siswa itu sendiri


Yang bagian B ini dibuat bersambung saja ya? Ini sdh malam badan capai… atau kalau mendesak ingin tahu  ga usah sungkan hubungi kami di  satyawiyatama@yahoo.co.id.