Selasa, 29 Maret 2011

Bagaimana Membuat Siswa Aktif Belajar dan Berfikir di Dalam Kelas?


Cobalah kita sesekali tengok ke dalam kelas anak anak sekolah kita, dan perhatikan apa yang terjadi. Boleh jadi yang kita akan lihat adalah ada sekelompok anak anak berseragam berhadapan muka dengan seorang guru. Mereka bilang sedang menjalankan proses belajar mengajar. Sungguhkah ada kegiatan itu? Ya.... sudah tentu benar,  lha wong gurunya saja ke kelas bawa buku pegangan setumpuk dan silabus serta RPPnya juga tidak lupa disisipin diantara tumpukan buku yang dia bawa. Belum peralatan pengajaran yang lain yang kelihatan mbrenggong memberati tangan tangan perkasa sang guru, kenapa musti ada kecurigaan bahwa prose belajar mengajar tidak terjadi?
Baiklah, coba kita heningkan pikiran sejenak dan lupakan sebentar percakapan diatas, seraya jawablah pertanyaan berikut ini. Untuk prosesnya ga usahlah kita tanyakan dulu, yang perlu kita pikirkan sekarang ini adalah siapakah yang sejujurnya harus mengajar dalam proses itu? Dan siapakah yang harus belajar? Pertanyaan cemen bukan?  Karena jawabannya sudah jelas yang punya tugas mengajar tentu pengajar yang punya nama alias “guru” dan yang harus belajar adalah pelajar yang suka disebut siswa atau murid. Nah tuh, nampaknya sampai disini kita sudah pada titik kesepakatan membenarkan  kesimpulan itu, guru yang mengajar dan siswa yang belajar.
Kemudian mari kita tengok ke dalam kelas, yah prosesnya sudah kelihatan anak anak pegang buku masing masing dan gurunyapun mulai corat coret di papan tulis sambil nggedupuk menerangkan materi ajarnya. Namun coba kita lihat lebih dalam benarkah gurunya mengajar? Ehhhh ternyata tidak, Si guru sedang baca buku sambil menerangkan, rupanya  dia sedang belajar juga. Wee lha bagaimana ini ada guru kok tidak menguasai mata pelajaran yang diajarkan? Eit jangan salah banyak guru yang ilmunya sudah hafal luar dalam karena setiap hari yang dia ajarkan ya itu itu saja. Ya itu juga betul, tapi guru itu tetap saja sedang belajar berpidato,  belajar mengkomunikasikan apa yang dia pikirkan ke siswanya. Lha siswanya? Ada tuh yang bengong ga ngerti apa yang dimaksudkan gurunya dan ada juga yang terkantuk kantuk atau ngobrol sendiri dgn kawannya. Jadi proses yang ada adalah proses belajar saja,  tanpa proses mengajar dan yang bikin aneh, yang belajar kok malah gurunya, muridnya asyik tidur atau jadi penonton guru yang sedang belajar sambil terkantuk kantuk.  Masya allah... dunia ini sudah terbalik, yang bayar sekolah siswanya, kok yang belajar malah gurunya.... edan.
Hal yang seperti ilustrasi diatas terjadi dimana mana, hampir disetiap kelas disetiap sekolah. Penataan bangku yang konvensional itu membuat kecenderungan guru yang aktif bicara dan muridnya kecapaian, bosan, ngantuk  dan tidur. Pertanyaannya, kapan siswa siswa itu dapat kesempatan belajarnya?
Siswa tidak akan memiliki kesempatan belajar selama sang guru tidak segera menyadari kekeliruan ini. Guru harus mengerti dan memahami kalau siswalah yang harus belajar di dalam kelas dan guru cukuplah sebagi fasilitator dan tempat bertanya bagi siswa. Hal ini sangat penting karena siswalah yang harus mengembangkan diri, bukan lagi gurunya. Siswalah yang harus belajar, harus berfikir dan yang harus menambah wawasan dan ilmunya, dan memang mereka datang ke kelas kelas di sekolah untuk itu bukan?
Kesalahan terbesar dari guru mengajar adalah bahwa guru yang membawa materi dan mereka menerangkan sementara  siswa diminta dengan hormat untuk mendengarkan. Pertanyaannya seberapa lama orang kuat mendengarkan? Dan apakah orang bisa pinter hanya dengan mendengarkan? Bukankah orang bisa pinter karena berfikir? Yah seharusnya guru bukan menerangkan materi di kelas tapi mendorong siswa untuk memikirkan isi dan materi pelajarannya. Jangan siswa diminta terus menerus jadi pendengar dan tidur dikelas karena bosan. Model pengajaran yang menjadikan murid objek pasif dalam kelas begini seharusnya sudah lama jadi masa lalu. Wahai guru sadarlah... sampeyan kliru......
Disini saya mencoba menyodorkan metode membuat kelas jadi temapat yang menggairahkan bagi siswa untuk belajar dan berfikir sedang sang gurupun makin luas kesempatannya untuk belajar dan mengembangkan diri.  Tips yang bisa penulis berikan untuk membuat kelas yang aktif dan dinamis dengan aroma berfikir dan belajar yang kental adalah sebagai berikut:

1.       Untuk memulai pelajaran jelaskan pada siswa apa yang akan dipelajari pada saat itu dan apa manfaatnya bagi siswa kalau memahami dan mengerti tema/ hal yang akan dipelajari. Dengan menyampaikan hal hal seperti ini, guru bukan saja telah mencoba manarik perhatian siswa agar fokus pada pelajaran, tapi sudah mulai mengajak siswa untuk menggunakan pikiran. Karena fungsi dan manfaat tema adalah hasil ulah pikir yang akan dicerna oleh siswa dengan pikiran juga.
2.       Mulailah pelajaran bukan dengan menerangkan tapi mulailah dengan pertanyaan. Edarkan pertanyaan ke seluruh kelas, harapakan semua siswa berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan tersebut, maka semua siswa sudah tergerak untuk berfikir mandiri.
3.       Kumpulkan semua jawaban yang diberikan siswa dan diskusikan dengan seluruh siswa kebenaran dari semua jawaban yang diberikan. Mintalah alasan kenapa satu jawaban bisa diterima dan yang lain tidak. Maka akan terjadi sharing pengetahuan antar siswa, siswa saling memberi informasi dan semua siswa terlibat dalam belajar.
4.       Kalau ada siswa yang bertanya pada anda, janganlah anda jawab sendiri, lemparkan ke kelas biar dijawab oleh siswa yang lain. Maka siswa anda tidak akan sempat ngantuk karena semua siswa terdorong untuk selalu berfikir.
5.       Jaga terus atmosphir berfikir dalam kelas dengan melempar lempar pertanyaan dan jadikan suasana belajar mengajar anda lebih mirip percakapan antar siswa dengan siswa dan dengan guru, bukan pengajaran yang kaku dengan guru bercerita murid mendengarkan.
6.       Beri waktu siswa untuk bertanya tentang seuatu yang belum jelas, atau beri mereka waktu untuk mengungkapkan ide atau pandangan mereka yang belum terungkap.
7.       Akhiri pelajaran dengan meminta mereka membuat resume atas apa yang mereka pahami dan mereka bicarakan selama pelajaran dalam bentuk tertulis.

Dengan menjalankan tujuh langkah itu InsyaAllah anda sudah secara otomatis membuat siswa terus berfikir dan tidak sempat tidur atau merasa bosan, disamping anda sebagai guru sudah benar benar menciptakan suasana yang mendukung Cara belajar siswa aktif.

2 komentar:

  1. Idea-idea kamu sangat bagus dan efektif. Saya berharap idea-idea ini mampu untuk merubah keadaan yang bosan menjadi seronok semasa mengajar dan belajar.Terima kasih.

    BalasHapus
  2. dari malaysiakah? ya syukur kalau apa yg saya tulis berguna juga di malaysia. saya lihat memang sering blog saya ini dubuka di malaysia dan amerika...terimakasih

    BalasHapus

Saya sangat berterimakasih kalau anda tinggalkan komentar disini